Polemik Pilrek, Asnar Yakin Dirinya Tetap akan Menang Meski Unmul Ajukan Banding


TRIBUN KALTIM/RAFAN A DWINANTO
Asnar, salah satu bakal calon rektor Unmul yang menggugat keputusan Senat ke PTUN.

Polemik PilrekAsnar Yakin Dirinya Tetap akan Menang Meski Unmul Ajukan Banding
Bakal calon Rektor Universitas Mulawarman(Unmul) Asnar, mengaku tak mempermasalahkan upaya banding yang dilakukan Unmul, atas putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Samarinda.
Diketahui, dalam putusannya, PTUNSamarinda menganulir hasil Pemilihan Rektor (Pilrek) Unmul yang dimenangkan Prof Masjaya, secara aklamasi.
Diketahui, Asnar merupakan penggugat dalam perkara Pilrek yang akhirnya berproses di PTUN Samarinda, tersebut. Asnar pun yakin, jika banding, dirinya tetap akan menang, dan Pilrek Unmul tetap akan diulang.
"Sekalipun banding. Selama (dasar Pilrek) masih mengacu statuta itu saya yakin bandingnya pun kalah," kata Asnar, Rabu (9/1/2019).
Asnar berpendapat, Statuta 2004 yang digunakan Unmul bertentangan dengan PP nomor 4/2014. Statuta Unmul juga bertentangan dengan Permendikbud 139/2014.
"Tolak ukur PTUN itu mengacu pada peraturan perundangan yang berlaku dan azas umum pemerintahan yang baik. Kalau itu tolak ukur terpenuhi pasti dikabulkan. Saya tidak mengatakan Statuta Unmul tidak berlaku," kata pengajar pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ini.
Jika akhirnya terus menang di tahap banding, hingga akhirnya Pilrek Unmul akan diulang, Asnar memastikan dirinya akan ikut ambil bagian lagi.
Diketahui, pada tahapan Pilrek 2018-2022, Asnar gagal maju sebagai calon rektor. Asnar tak masuk tiga besar calon rektor lantaran tak mendapatkan suara senat dalam pemilihan calon rektor, dari bakal calon rektor.
"Jika Pilrek dianulir saya kembali mencalonkan. Alasannya, karena hak setiap warga yang memenuhi syarat, boleh mencalonkan," tegasnya.
Keanehan dalam Pilrek Unmul, lanjut Asnar, juga terlihat pada tahap akhir Pilrek. Di mana, Masjaya akhirnya terpilih kembali secara aklamasi.
"Bahkan aklamasi pun kesannya aneh. Aklamasi itu mestinya saat tidak ada calon. Ini ada calon tiga. Ini lembaga pendidikan. Jangan dipolitisasi," tuturnya. (*) 

                         Sumber:Tribunkaltim.com

Komentar